TUJUAN

Tujuan LAKPESDAM NU Ponorogo adalah melaksanakan upaya-upaya transformatif di tengah komunitas basis, menuju masyarakat yang berpegang teguh pada 5 (lima) prinsip:

Al-Shidqu: yang bisa dimaknai kejujuran, kebenaran, kesungguhan dan keterbukaan. Al-Shidqu adalah merupakan refleksi keberadaan manusia yang paling otentik yang bersumber dari hati nurani (al-Qalbu).

Al-Amanah wa al-Wafa bi al-'Ahdi: yang mengandung arti dapat dipercaya, setia dan tepat janji. Butir ini akan memperkokoh dan menjamin integritas pribadi sebagai manusia sejati yang senantiasa hadir, terlibat, dipercaya, bersedia dan mampu memecahkan persoalan-persoalan sosial.

Al-'Adalah: yaitu bersikap dan bertindak adil dalam segala bidang. Adil mempunyai daya lindung yang absolut terhadap nilai kemanusiaan yang harus diperjuangkan, dijaga eksistensinya dan kemudian melaksanakannya secara proporsional. Sedangkan unsur paling dominan dari etika keadilan adalah "wisdom" (kearifan dan kewaskitaan).

Al-Ta'awun: atau saling tolong menolong adalah inti dari solidaritas. Dan solidaritas itu sendiri harus dikatikan dengan pengertian kebajiakan (al-Birru), dedikasi, kredebilitas pribadi, karena pada gilirannya nanti ia akan menjadi penyangga bagi siklus (tata kehidupan) sosial.

Al-Istiqamah: adalah keajegan atau ketidakbergeseran. Artinya tetap dan tidak akan bergeser dari jalur sesuai dengan ketentuan Tuhan dan utusan-Nya, tuntunan yang diberikan oleh para pendahulu dan aturan main serta rencana-rencana yang disepakati bersama

VISI

Terwujud dan berkembangnya masyarakat yang kritis dan konsisten dengan mengembangankan visi keadilan, HAM, demokrasi, pembebasan, pluralisme dan civil cociety.

MISI

Membangun lembaga yang konsisten terhadap misi kerakyatan dan kemanusiaan, dengan arahan program kerja yang jelas, terukur, sitematis dan berkelanjutan.

IMPLEMENTASI VISI DAN MISI

Visi-Misi dilaksankan dalam program:
Kajian dan Penelitian. Bidang ini menyelenggarakan kajian (rutin dan temporal), bedah buku, loka karya, seminar, talk show dan work shop, dengan mendatangkan nara sumber dari tingkatan lokal, regional, maupun nasional, baik untuk internal maupun yang terbuka untuk umum. Selain melakukan penelitian (baik lapangan maupun kepustakaan) yang terkait dengan isu strategis. LAKPESDAM NU Ponorogo telah mampu mendorong terwujudnya kelompok masyarakat kritis yang hingga sekarang terus melakukan pendampingan bagi komunitas civil society - meskipun masih terbatas pada studi club mahasiswa NU.

Pendidikan dan Latihan. Melakukan berbagai Halaqah (circle studies), pendidikan dan pelatihan, seperti: Pelatihan Da'wah HAM, Pelatihan Pers dan Juranistik berbasis HAM, FGD, Asistensi Pendidikan Kritis, Membuat Kelompok Kritis dan Pluralis, yang sasaran utamanya adalah para mahasiswa. Pada tahun 2004 LAKPESDAM NU Ponorogo tercatat sebagai konsorsium daerah JPPR (Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat). Bersama dengan P3M Jakarta menyelenggarakan Bahsul Masail Anti Korupsi (sebagai panitia pelaksana) pada tahun 2004. Di samping itu, LAKPESDAM NU Ponorogo sering kali diminta oleh berbagai instansi baik pemerintah maupun yang non pemerintah untuk menjadi nara sumber, pelatih dan fasilitator dalam berbagai kesempatan dan acara.

Penerbitan dan Informasi. Berusaha menyuguhkan informasi melalui penerbitan, seperti bulletin dwi mingguan.. Selain itu, bidang ini juga mengelola website resmi LAKPESDAM NU Ponorogo.

Advokasi. Membantu dalam pemecahan masalah-masalah HAM dan Demokrasi (baik secara konseptual maupun praktis) yang sedang dihadapi masyarakat dan menerima berbagai bentuk pengaduan. Dalam bentuk kongkret LAKPESDAM NU Ponorogo tergabung dalam anggota konorsium KP2A (Komite Perlindungan Perempuan dan Anak) Ponorogo, dan hingga hari ini bersama dengan beberapa NGO lokal, sedang melalukan percepatan bagi terealisasinya PERDA Buruh Migran. Juga bersama dengan beberapa NGO lokal menggagas sebuah wadah untuk melakukan kerja-kerja advokasi HAM yang lebih praktis dan implementatif: Konsorsium Abu Nawas (Institute for Human Right Studies). Selain itu pada tahun 2006 dipercaya oleh Pemerintah Propinsi Jawa Timur untuk ikut mendampingi Program Aksi Mengatasi Dampak Kenaikan BBM (PAM-DKB) yang direncanakan berjalan selama tiga tahun. Pada awal tahun 2007 LAKPESDAM NU Ponorogo bekerjasama dengan Jaringan Kerja Usaha Bersama (JARKUB) Ponorogo yang difasilitasi oleh Plan Internasional PU Ponorogo mekakukan pendampingan kelompok nelayan di Desa Pager Kidul Kecamatan Sudimoro Kabupaten Pacitan, dengan konsentrasi penguatan kapasitas usaha kelompok terutama dalam pengembangan lembaga keuangan mikro, yang dilakukan selama 4 bulan. Di pertengahan 2007, LAKPESDAM NU Ponorogo ikut andil dalam pendampingan Program Keluarga Harapan (PKH) di bawah leading sector Depertemen Sosial RI, pada beberapa Kecamatan di Kabupaten Ponorogo, yang direncanakan berjalan selama 6 tahun.

STRATEGI

Dalam rangka mewujudkan Visi dan Misi LAKPESDAM NU Ponorogo, maka strategi yang digunakan adalah dengan "mengubah dari dalam dan mempengaruhi dari luar." Makna sesungguhnya adalah bahwa suatu perubahan yang diputuskan dan dilakukan oleh masyarakat itu sendiri. Hal ini menandakan bahwa masyarakat memang paham dengan segala apa yang menjadi pilahan dan harus dilakukan dengan konsekuensi logis dari pilihan tersebut. Dalam hal ini, LAKPESDAM NU Ponorogo hanyalah berfungsi sekedar memberikan rangsangan-rangsangan, baik itu hal-hal yang bersifat kerangka teoritik dan wacana (pengetahuan yang bersifat fundamental) maupun hal-hal yang bersifat strategis, teknis dan praktis. Keputusan untuk merubah sepenuhnya ada pada masyarakat sendiri.

Berangkat dari kesadaran seperti di atas, LAKPESDAM NU Ponorogo akan berpijak dari kata kunci: "pengalaman adalah guru yang terbaik." Sedangkan prinsip-prinsipnya akan mengacu pada proses pendidikan orang dewasa (adult education); pengalaman nyata (structured experience); dan teknik-teknik pendidikan partisipatif guna menciptakan suasana belajar yang harmonis dan berdaya guna. Di samping mengacu pada prinsip-prinsip tersebut, pada level atau titik tertentu menggunakan prinsip pedagogi.

AZAS KERJA

Konsiten dalam prinsip, keadilan dan kerakyatan dalam orientasi, ilmiah dalam pemecahan masalah, demokratis dalam pengambilan keputusan, realistis dalam perencanaan, manusiawi dalam ucapan dan tindakan, professional dalam kerja, terbuka dalam manajemen, dan kolegalitas dalam semangat.

ISU STRATEGIS

Berdasarkan strategic planning yang telah dilakukan, untuk preode 2009-2014, maka perumusan program di dasarkan pada isu-isu utama:

Penguatan Kelembagaan (Capacity Building) dengan program-program: Membuat panduan organisasi, panduan manejemen (umum dan keuangan), dan panduan manajemen proyek. Menyelenggarakan pendidikan, pelatihan dan workshop. Membangun dan mengembangkan jaringan kerja. Mengusahakan kelengkapan sarana dan prasarana lembaga.

Penguatan HAM dengan program-program: Melakukan kajian dan penelitian. Menyebarkan informasi. Membangun jaringan kerja. Melakukan bedah buku, loka karya, seminar, talk show dan workshop. Menyelenggarakan halaqah (circle studies) HAM berbasis pesantren. Mengadakan pelatihan da'wah HAM. Pelatihan pers dan jurnalistik berbasis HAM. Melakukan advokasi.

Pembangunan Wacana Islam-kritis dengan program-program: Melakukan kajian dan penelitian. Menyebarkan informasi. Membangun jaringan kerja. Membangun kelompok masyarakat Islam-kritis. Melakukan bedah buku, loka karya, seminar, talk show dan workshop.